Bilangan 12:1-2
Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush .
Kata mereka : "Sungguhkah TUHAN berfirman dgn perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
Serial "Dark Justice" yg populer 30 thn silam berkisah tentang seorang hakim yang beraksi sebagai eksekutor gelap, dilatari oleh tragedi yg merenggut keluarganya, sang hakim tak lagi percaya pada struktur & sistem peradilan. Dan hingga kini vigilante justice (keadilan melalui balas dendam) berlatar trauma menjadi tema yg populer dlm sastra & hiburan, sebut saja komik Punisher, Batman atau V for Vendetta yg kemudian diadaptasi pula menjadi film layar lebar ternama.
Tulisan ini terinspirasi post seorang pengkhotbah evangelical kulit putih (perempuan lagi) yang bicara soal "Jangan malu menyebut minoritas orientasi tertentu (LGBTQ) sbg dosa", bagaimana ia gencar mempromosikan "nilai2 Kristiani" & "kembali menjadi lebih alkitabiah", namun secara bersamaan tutup telinga terhadap klarifikasi banyak gembala & cendikia perihal ambiguitas teks Alkitab soal orientasi & gender jika diproyeksikan secara paksa pada mindset postmodern, belum lagi soal standar ganda dalam menggunakan ayat-ayat sebagai senjata politik, kemunafikan dan SKANDAL baik keuangan maupun pelecehan dlm lingkar komunitas yang sealiran dengannya sendiri.
Dan tak ayal saya mengingat kutipan Thomas E. Bergler dlm buku "Reformasi Liturgi" 📚 :
" Juvenilization (pemberandalan) adalah kondisi dimana keyakinan religius, praktek spiritual & karakteristik perkembangan anak2 akhil balik diterima & dijalankan oleh org2 Kristen segala usia. Apa yg awalnya mulia sbg upaya merelevansikan iman bagi orang2 muda, bermuara menjadi masalah saat baik jemaat yg tua & muda sama2 memeluk versi iman yg TIDAK DEWASA."
Problematika ini juga mengundang tanya saat saya membaca kisah Bilangan 12. Jika poligami sama sekali bukan masalah dalam dunia Timur Tengah kuno (bandingkan dengan Abraham, Yakub, Daud dan Salomo), maka apa yang membuat Miriam & Harun mencemooh Musa bahkan hendak melengserkannya? Ingat, jika Musa adalah manusia paling mulia dlm sejarah iman Yahudi, maka Harun adalah leluhur semua imam dan Miryam adalah ibu segala kaum pujangga dan pemuji! Lantas apa yg menjadi "jebakan" yang membuat mereka yang amat spiritual ini membangkitkan amarah Allah? (Bdk. Bil 12:9)
Mari kita lihat "Kush" lebih dekat dlm lintas narasi PL, apa/siapakah dia?
1. Kush adalah keturunan Ham, anak Nuh yg dikutuk krn melihat ketelanjangan ayahnya saat mabuk. Ham adalah simbol imoralitas.
1 Tawarikh 1:8 (TB) Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.
2. Keturunan Kush melahirkan Nimrod dan Misraim (nama lain dari "Mesir"/mitsrayma (מִצְרָיְמָה) yg menggambarkan kekuasaan penindas.
Kejadian 10:8 (TB) Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;..
1 Tawarikh 1:8 (TB) Keturunan Ham ialah Kush, *Misraim*(מִצְרָיִם) , Put dan *Kanaan* .
Dalam penuturan bernada mitologis-etiologis PL, Kanaan dinarasikan sebagai musuh bukan semata krn kejahatan atau budaya mrk mempersembahkan anak-anak kepada dewa-dewi (krn semua bangsa lain kala itu melakukan yg sama) namun pemusnahan Kanaan adalah krn narasi ini, mereka dianggap keturunan terkutuk dan karenanya pasti jahat dan akan mempengaruhi Israel utk berbuat yg jahat di mata Tuhan. Namun benarkah cara membaca Alkitab yang demikian? Atau jika ia "Alkitabiah" apakah ia juga Kristiani?
Jika Kush, Kanaan dan Misraim dipotret lewat lensa trauma perbudakan sebagai entitas anti Yahweh, lantas adakah kisah kudeta Miriam & Harun menjadi paralel kita hari ini perihal trauma komunitas yg lantas melahirkan normalisasi penyangkalan harkat manusia thdp mereka yg Liyan/berbeda saat berhadapan dengan suku, agama, pandangan politik atau bahkan orientasi yang berbeda?
Mengapa mengkaitkan ini dgn fundamentalisme & "keberandalan" iman?
Karena mengkritisi pembacaan Bilangan 12, melihat "Kush" sbg identitas termarginalisasi yg justru dibela Kristus & direngkuh dlm sejarah Gereja, ini dimungkinkan jika sementara keberandalan sbg respon alami pertumbuhan thdp trauma perlu didengar, ia wajib pula mendengarkan חוצפה ומדרש "khutzpa & midrash" (debat & penggalian) narasi PL & PB sepanjang jaman.
Sementara semangat kembali ke penghayatan iman yg "murni" itu baik, kita perlu mengkritisi apa itu "baik" dan apakah "kebenaran" Firman itu bertumpu kepada penafsiran yg dpt dipertanggungjawabkan, tidak menghancurkan harkat kemanusiaan golongan manapun, sekaligus sesuai dgn hasrat Yesus yg merangkul perempuan Samaria yg "sesat", menyatakan selamat Zahkeus yg "bejat", Petrus yg menginjili Kornelius, penjajah yg "kafir" atau Filipus yg membaptis Sida-sida Etiopia yg dikebiri sejak kecil demi tugas istana dan alhasil menjadi Queer & ambigu gender nya seumur hidup?
Dari sesama BERANDALAN 🤟
FZ趙健忠 ☦️✍️
#72of100 #100kalimenulis



